Data pendidikan di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar penduduknya berstatus lulusan SD dan sekolah menengah, dengan persentase lulusan perguruan tinggi yang masih relatif kecil, meskipun terus mengalami peningkatan. Data BPS per Agustus 2025 menunjukkan 34,75% pekerja hanya lulusan SD ke bawah dan 13,06% lulusan diploma ke atas. Kualitas pendidikan masih menjadi tantangan, dengan hasil studi PISA 2018 menempatkan Indonesia di peringkat bawah.
Tingkat pendidikan penduduk
- Dominasi pendidikan dasar dan menengah: Sebagian besar penduduk Indonesia masih berada pada jenjang pendidikan dasar (SD) dan menengah (SMP/SMA).
- Lulusan perguruan tinggi: Lulusan perguruan tinggi (D1-S3) pada tahun 2022 hanya sekitar 6,82% dari total penduduk, meskipun angka ini menunjukkan tren kenaikan.
Data pekerja berdasarkan tingkat pendidikan (Agustus 2025)Kualitas pendidikan
- Peringkat rendah: Berdasarkan hasil PISA 2018, Indonesia berada di peringkat bawah untuk keterampilan membaca, matematika, dan sains dibandingkan negara-negara lain.
- Stagnasi hasil PISA: Sejak tahun 2001, hasil PISA Indonesia menunjukkan keterampilan membaca, berhitung, dan sains cenderung stagnan.
- Penyebab kualitas rendah: Beberapa faktor yang memengaruhi rendahnya kualitas pendidikan adalah ketimpangan infrastruktur (kota dan desa), serta masalah sosial ekonomi.
Data lainnya
- Pendidikan prasekolah: Pada semester ganjil 2024/2025, terdapat hampir enam juta peserta didik di jenjang pendidikan prasekolah, dengan Taman Kanak-kanak (TK) menjadi yang paling populer.
- Laporan BPS: Badan Pusat Statistik (BPS) secara berkala menerbitkan data pendidikan melalui "Statistik Pendidikan" yang mencakup berbagai indikator seperti jumlah sekolah, ketersediaan dan kondisi ruang kelas, serta data guru.
- Data Pokok Pendidikan (Dapodik): Merupakan sistem data yang dikelola oleh Kemendikbud yang memuat data satuan pendidikan, peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan substansi pendidikan lainnya.