Di era digital, literasi menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa. Literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan mencari informasi, menilai kebenaran data, berkomunikasi secara etis, dan memanfaatkan platform digital untuk pengembangan akademik maupun sosial. Bagi mahasiswa, kemampuan ini berdampak langsung pada prestasi akademik, nilai personal, interaksi sosial, dan kesehatan mental.
Dalam aspek akademik, literasi digital memungkinkan mahasiswa mengakses sumber belajar yang lebih luas. E-jurnal, e-book, dan database akademik memberikan peluang belajar secara fleksibel, tanpa terbatas ruang dan waktu. Mahasiswa yang memiliki literasi digital baik dapat memanfaatkan informasi secara efektif, membandingkan sumber, dan menulis karya ilmiah yang berkualitas. Literasi ini mendorong pemahaman materi yang mendalam dan membantu menjaga integritas akademik.
Nilai akademik mahasiswa juga dipengaruhi oleh kemampuan literasi digital. Mahasiswa yang mahir menilai informasi dan mengolah data digital mampu menghasilkan tugas yang orisinal dan relevan. Mereka memahami bahwa plagiarisme dan informasi yang tidak diverifikasi dapat merugikan reputasi akademik dan mengurangi kualitas nilai. Literasi digital menjadi bagian dari etika akademik dan tanggung jawab mahasiswa.
Kehidupan sosial mahasiswa juga terhubung dengan literasi digital. Mahasiswa menggunakan media sosial, forum online, dan komunitas virtual untuk membangun jejaring, berdiskusi, dan berkolaborasi. Namun, keterampilan digital juga menuntut kesadaran akan etika komunikasi, keamanan data, dan batasan interaksi. Mahasiswa yang mampu memanfaatkan literasi digital dengan bijak membangun relasi yang sehat dan produktif.
Namun, penggunaan digital yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan. Aktivitas akademik maupun sosial di dunia maya sering membuat mahasiswa duduk terlalu lama, begadang, dan mengalami gangguan tidur. Pola hidup yang tidak seimbang ini dapat memengaruhi konsentrasi belajar dan stamina fisik. Mahasiswa perlu mengatur waktu layar, beristirahat, dan berolahraga agar tetap sehat.
Kesehatan mental juga terdampak oleh literasi digital. Paparan informasi yang terus-menerus, tekanan sosial, dan ekspektasi digital dapat menimbulkan stres, cemas, atau kelelahan emosional. Mahasiswa yang mampu mengatur penggunaan teknologi dan memahami literasi digital secara kritis akan lebih mampu menjaga keseimbangan emosional dan mental.
Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membekali mahasiswa literasi digital. Pelatihan penggunaan teknologi, bimbingan penelitian daring, dan edukasi etika digital membantu mahasiswa menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab. Lingkungan kampus yang mendukung literasi digital memastikan mahasiswa dapat memaksimalkan potensi akademik, sosial, dan kesehatannya.
Dengan literasi digital yang baik, mahasiswa dapat mengoptimalkan pembelajaran, berinteraksi secara etis, membangun jejaring sosial yang sehat, dan menjaga kesehatan fisik serta mental. Literasi digital menjadi keterampilan penting yang membekali mahasiswa menghadapi tantangan akademik dan profesional di era modern.
Guest - Universitas Terbuka
Pelajar dan content creator yang suka berbagi edukasi, motivasi, dan perjalanan hidup.
Belum ada komentar, jadilah yang pertama mengomentari artikel ini