Pendidikan Dan Peran Keluarga: Sekolah Bukan Satu-Satunya Penentu


Faturahman
Faturahman
Pendidikan Dan Peran Keluarga: Sekolah Bukan Satu-Satunya Penentu
Pendidikan Dan Peran Keluarga: Sekolah Bukan Satu-Satunya Penentu

Pendidikan sering kali dipusatkan pada sekolah sebagai lembaga formal. Guru, kurikulum, dan fasilitas menjadi fokus utama pembahasan. Namun, pendidikan sejatinya tidak dimulai di ruang kelas, melainkan di rumah. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan paling berpengaruh bagi perkembangan anak.

Nilai-nilai dasar seperti kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin pertama kali dikenalkan melalui keluarga. Cara orang tua berkomunikasi, bersikap, dan menyelesaikan masalah menjadi contoh nyata bagi anak. Pendidikan di sekolah akan sulit berjalan optimal jika tidak didukung oleh pendidikan dalam keluarga.

Sayangnya, peran keluarga dalam pendidikan sering kali direduksi menjadi sekadar pendukung akademik. Banyak orang tua menilai keberhasilan pendidikan anak hanya dari nilai dan peringkat. Ketika hasil akademik menjadi satu-satunya fokus, aspek pembentukan karakter dan kesehatan mental anak kerap terabaikan.

Kesibukan orang tua juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit anak yang tumbuh dengan minim pendampingan emosional dan intelektual di rumah. Dalam kondisi seperti ini, sekolah sering kali dibebani tanggung jawab yang seharusnya dibagi bersama keluarga. Padahal, guru tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran orang tua.

Kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci penting dalam pendidikan anak. Komunikasi yang terbuka dan saling menghargai akan membantu menyelaraskan nilai dan tujuan pendidikan. Ketika sekolah dan keluarga berjalan searah, anak akan mendapatkan lingkungan belajar yang konsisten dan mendukung.

Peran keluarga juga sangat menentukan dalam membentuk sikap anak terhadap belajar. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang menghargai proses belajar akan lebih percaya diri dan terbuka terhadap tantangan. Sebaliknya, tekanan berlebihan dari keluarga dapat membuat anak merasa belajar sebagai beban.

Di era digital, peran keluarga semakin penting dalam mengawasi dan membimbing penggunaan teknologi. Orang tua perlu hadir sebagai pendamping, bukan sekadar pengawas. Dialog yang sehat tentang nilai, etika, dan tanggung jawab akan membantu anak menggunakan teknologi secara bijak.

Pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang melibatkan semua pihak. Sekolah menyediakan sistem dan arah pembelajaran, sementara keluarga menanamkan nilai dan makna. Ketika keduanya saling melengkapi, pendidikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan.


Tryout.id: Solusi Pasti Lulus Ujian, Tes Kerja, Dan Masuk Kuliah Banner Bersponsor

Suka

Tentang Penulis


Faturahman

Faturahman

Guest - Universitas Terbuka

Pelajar dan content creator yang suka berbagi edukasi, motivasi, dan perjalanan hidup.

Tulis Komentar


0 / 1000

Lagi Tranding


Rekomendasi Lainnya