Selama bertahun-tahun, billboard raksasa di jalan utama dianggap sebagai simbol kekuatan sebuah merek. Namun kebiasaan orang berubah: kalau dulu mata menatap ke atas melihat baliho, sekarang lebih sering menunduk ke layar ponsel. Pergeseran inilah yang membuat banyak pemasar mulai membandingkan kembali efektivitas marketing menggunakan billboard dan sosial media.
Laporan Sources of Brand Discovery (Februari 2025) menunjukkan kanal apa saja yang membuat orang menemukan brand baru. Hasilnya cukup membuka mata:
Artinya, percakapan di media sosial—terutama di kolom komentar—punya pengaruh jauh lebih besar dibanding billboard. Orang sekarang terbiasa melihat konten, membaca komentar, lalu baru menentukan apakah produk tersebut layak dicoba atau tidak.
Bukan berarti billboard tidak berguna. Media luar ruang ini masih punya beberapa keunggulan:
Eksposur Lokal yang Tinggi
Billboard di lokasi strategis (perempatan padat, dekat mal, atau jalan utama) bisa dilihat ribuan orang setiap hari tanpa perlu “scroll”.
Membangun Citra Besar
Muncul di billboard sering dianggap sebagai tanda bahwa brand tersebut serius, mapan, dan punya daya saing kuat.
Visual yang Mudah Diingat
Karena pesan harus singkat, desain billboard cenderung kuat dan simpel. Slogan dan gambar yang tepat bisa menempel cukup lama di ingatan orang.
Namun billboard juga punya keterbatasan: sulit diukur secara detail (berapa orang benar-benar memperhatikan), biaya pemasangan tinggi, tidak bisa berinteraksi, dan pesan tidak mudah diubah dalam waktu singkat.
Di sisi lain, sosial media menawarkan pendekatan yang jauh lebih dinamis:
Targeting Tepat Sasaran
Iklan bisa diarahkan berdasarkan usia, minat, perilaku, hingga lokasi. Anggaran tidak terbuang untuk audiens yang tidak relevan.
Data dan Analitik Real Time
Pemasar dapat melihat jumlah tayangan, klik, komentar, hingga konversi. Semua itu bisa dijadikan dasar untuk mengoptimalkan kampanye berikutnya.
Interaksi Dua Arah
Pengguna bisa langsung bertanya, komplain, atau memberikan testimoni di kolom komentar. Percakapan inilah yang menjadi bentuk baru “dari mulut ke mulut” versi digital.
Potensi Viral
Konten yang menarik dan ramai komentar berpeluang masuk rekomendasi, dibagikan banyak orang, dan menjangkau audiens yang jauh lebih luas dibanding jangkauan fisik billboard.
Dengan kombinasi ini, tidak heran jika pengaruh sosial media—terutama dari sisi komentar—mengalahkan billboard dalam hal membangun kepercayaan dan kesadaran merek.
Tantangan berikutnya bagi brand adalah bagaimana menghidupkan kolom komentar secara konsisten. Konten yang bagus tetapi sepi komentar sering kali terlihat kurang meyakinkan, sedangkan postingan dengan banyak tanya jawab dan testimoni terasa lebih dipercaya.
Di titik inilah banyak bisnis memanfaatkan layanan profesional seperti RajaKomen.com. Platform ini membantu brand memperkuat interaksi di berbagai media sosial melalui komentar yang relevan dan positif, sehingga kampanye digital tidak berhenti hanya di tayangan iklan, tetapi berkembang menjadi percakapan yang mendorong kepercayaan dan penjualan.
Belum ada komentar, jadilah yang pertama mengomentari artikel ini
Belum ada berita trending