Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan mahasiswa. Akses informasi yang cepat dan luas menjadikan internet sebagai sumber utama pembelajaran, komunikasi, dan hiburan. Dalam konteks ini, literasi digital menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Literasi digital tidak hanya berarti mampu menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi, dan mengelola informasi yang diperoleh dari ruang digital. Mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis terhadap informasi yang beredar, terutama di tengah maraknya berita palsu, hoaks, dan konten yang menyesatkan.
Dalam dunia akademik, literasi digital berperan besar dalam proses pembelajaran. Mahasiswa sering menggunakan sumber daring seperti jurnal elektronik, e-book, dan platform pembelajaran digital. Kemampuan menilai kredibilitas sumber menjadi hal krusial agar informasi yang digunakan valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Salah satu tantangan literasi digital mahasiswa adalah banjir informasi. Tidak semua informasi yang tersedia di internet memiliki kualitas yang baik. Tanpa kemampuan seleksi yang tepat, mahasiswa berisiko menyerap informasi yang keliru atau dangkal. Hal ini dapat memengaruhi kualitas tugas akademik dan cara berpikir mahasiswa.
Selain itu, penggunaan media sosial juga menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa. Media sosial dapat menjadi sarana berbagi informasi dan membangun jejaring, tetapi juga berpotensi mengganggu konsentrasi belajar. Ketergantungan pada gawai dan media sosial sering kali membuat mahasiswa sulit mengatur waktu dan fokus pada kewajiban akademik.
Literasi digital juga berkaitan dengan etika akademik. Plagiarisme, penggunaan kecerdasan buatan tanpa pemahaman etis, serta penyalahgunaan sumber digital menjadi isu yang perlu mendapat perhatian. Mahasiswa harus memahami batasan penggunaan teknologi agar tidak melanggar nilai kejujuran akademik.
Peran perguruan tinggi sangat penting dalam meningkatkan literasi digital mahasiswa. Melalui pembelajaran berbasis teknologi, pelatihan literasi informasi, dan kebijakan akademik yang jelas, kampus dapat membimbing mahasiswa menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Dosen juga berperan dalam memberikan contoh penggunaan sumber digital yang tepat.
Mahasiswa yang memiliki literasi digital yang baik akan lebih siap menghadapi tantangan akademik dan dunia kerja. Kemampuan mengolah informasi, beradaptasi dengan teknologi baru, dan berpikir kritis merupakan kompetensi penting di era digital.
Pada akhirnya, literasi digital bukan hanya soal kecakapan teknis, tetapi juga soal sikap dan tanggung jawab. Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda perlu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, etis, dan berorientasi pada pengembangan diri serta kemajuan masyarakat.
Guest - Universitas Terbuka
Pelajar dan content creator yang suka berbagi edukasi, motivasi, dan perjalanan hidup.
Belum ada komentar, jadilah yang pertama mengomentari artikel ini