Pergaulan Mahasiswa Di Era Digital Dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Akademik


Faturahman
Faturahman
Pergaulan Mahasiswa Di Era Digital Dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Akademik
Pergaulan Mahasiswa Di Era Digital Dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Akademik

Pergaulan mahasiswa di era digital mengalami perubahan yang signifikan. Kemajuan teknologi dan media sosial telah mengubah cara mahasiswa berinteraksi, membangun relasi, dan mengekspresikan diri. Dunia digital membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk terhubung dengan banyak orang, namun juga membawa tantangan baru yang perlu disikapi dengan bijak.

Media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa. Platform digital digunakan untuk berkomunikasi, berbagi informasi akademik, hingga membangun jejaring pertemanan. Grup daring sering dimanfaatkan untuk diskusi tugas, berbagi materi kuliah, dan koordinasi kegiatan organisasi. Dalam konteks ini, teknologi memberikan kemudahan dan efisiensi dalam aktivitas perkuliahan.

Namun, pergaulan di era digital juga memiliki sisi lain. Interaksi yang terlalu banyak dilakukan secara daring dapat mengurangi kualitas hubungan sosial secara langsung. Beberapa mahasiswa merasa lebih nyaman berkomunikasi melalui layar dibandingkan bertatap muka, sehingga kemampuan komunikasi interpersonal dapat berkurang. Selain itu, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mengganggu konsentrasi belajar dan manajemen waktu.

Tekanan sosial di dunia digital juga menjadi tantangan tersendiri. Mahasiswa sering kali merasa perlu menampilkan citra tertentu agar diterima di lingkungan pergaulan. Perbandingan sosial, tuntutan gaya hidup, dan ekspektasi dari lingkungan daring dapat memengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Jika tidak disadari, kondisi ini dapat menimbulkan stres dan rasa tidak percaya diri.

Pergaulan mahasiswa yang sehat di era digital menuntut keseimbangan antara dunia daring dan luring. Mahasiswa perlu membangun relasi yang nyata melalui interaksi langsung, diskusi tatap muka, dan kerja sama dalam kegiatan kampus. Media sosial sebaiknya dimanfaatkan sebagai sarana pendukung, bukan sebagai pusat kehidupan sosial.

Penting bagi mahasiswa untuk memiliki literasi digital yang baik. Kemampuan menyaring informasi, menjaga etika komunikasi, dan mengelola waktu penggunaan gawai menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan. Dengan literasi digital yang memadai, mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi secara positif tanpa terjebak pada dampak negatifnya.

Pada akhirnya, pergaulan mahasiswa di era digital merupakan cerminan dari perkembangan zaman. Dengan sikap bijak dan kesadaran diri, mahasiswa dapat menjadikan teknologi sebagai alat pendukung pengembangan diri, bukan sebagai penghambat. Pergaulan yang sehat, baik secara daring maupun luring, akan membantu mahasiswa tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, produktif, dan berdaya saing.


Tryout.id: Solusi Pasti Lulus Ujian, Tes Kerja, Dan Masuk Kuliah Banner Bersponsor

Suka

Tentang Penulis


Faturahman

Faturahman

Guest - Universitas Terbuka

Pelajar dan content creator yang suka berbagi edukasi, motivasi, dan perjalanan hidup.

Tulis Komentar


0 / 1000

Lagi Tranding


Rekomendasi Lainnya