Meski sempat mengalami penolakan dalam kompetisi internal kampus, empat mahasiswa Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuktikan bahwa ide brilian tak selalu mendapat pengakuan di awal. Tim yang terdiri dari Ogya Adyatma Putra, Muhammad Rizky Haksono, Ahmad Naufal, dan Lutfi Rizaludin justru berhasil mencuri perhatian dosen dan investor dari Universitas Brawijaya saat mempresentasikan proyek digital mereka.
Dalam sebuah sesi showcase terbuka, mereka memperkenalkan platform penyimpanan dan berbagi file yang mengedepankan keamanan tinggi dan kecepatan akses. Dengan slogan “Simpan, upload, bagikan, integrasikan,” sistem ini dirancang untuk mendukung kolaborasi digital lintas sektor, mulai dari pendidikan hingga bisnis.
Gambar yang beredar menunjukkan keempat mahasiswa berdiri di belakang layar besar yang menampilkan antarmuka platform mereka. Desainnya bersih dan profesional, menandakan keseriusan mereka dalam membangun produk yang siap pakai.
Kisah mereka menjadi bukti bahwa penolakan bukan akhir dari perjalanan inovasi. Justru, dengan ketekunan dan presentasi yang tepat, ide-ide segar bisa membuka pintu peluang yang lebih besar.
Alumni - Universitas Muhammadiyah Malang
Ogya Adyatma Putra adalah pendiri startup teknologi di Malang, kontributor proyek penyimpanan online shelterdata.id, platform website nyanhosting.id, dan alumni mahasiswa UMM yang berfokus pada pengembangan web.
Belum ada komentar, jadilah yang pertama mengomentari artikel ini